Wednesday, 10 July 2013

Februari : His Graduation Day

Saya bangga sekali ketika akhir tahun yang lalu ia memberi tahu saya tentang kelulusan dan nilai sangat memuaskan yang berhasil ia peroleh untuk skripsinya. Saya selalu menganggapnya pintar dan untuk itu saya mengaguminya. Kemudian ketika ia mengajak saya untuk turut hadir di wisudanya pada Februari lalu, saya sungguh bahagia :)


Di kemudian hari, saya menyadari bahwa kekaguman saya akan komitmennya soal pendidikan dan masa depan banyak mempengaruhi saya saat menyelesaikan skripsi saya sendiri. Ia adalah salah satu orang yang selalu membuat saya ingin menunjukan sisi terbaik dari diri saya, dan tidak mengizinkan diri saya untuk "kalah" darinya. Saya harap dapat selalu mendukungnya untuk banyak hal di depan sana dan tidak berhenti di hari kelulusannya.

Happy graduation, Love!

Tuesday, 18 June 2013

Januari : Kamu

Tahun ini, bulan ini, saya memulai segalanya dengan kamu. Terlambat? Mungkin saya lebih suka menyebutnya sebagai waktu yang tepat. Dengan segenap hati saya, saya berharap kita memang mengambil keputusan yang tepat. Tidak lagi terlewat. Seperti seharusnya.







Bulan ini segalanya tentang kamu, dan saya tidak keberatan. Selamat ulang tahun, Sayang :)

Desember 2012 : COSMO Girl! of the Year 2012

Bulan ini saya melakukan kegiatan yang sebenarnya tidak terlalu "saya banget". Beberapa bulan sebelumnya, karena semester ini merupakan semester ke tujuh dari perkuliahan saya, waktu yang saya miliki terbilang cukup luang. Tidak ada lagi kuliah jam 8 pagi dan tumpukan tugas dan ujian yang menggila. Bahkan kuliah saya semester ini hanya berlangsung dari bulan September - November. Kalau saja saya tidak terikat dengan kepanitiaan dalam dua acara jurusan, rasanya saya patut disebut pengangguran. Kegiatan yang hampir tidak ada, keinginan yang banyak, dan uang jajan yang tidak kunjung bertambah memotivasi saya untuk mengikuti sebuah perlombaan yang diadakan sebuah majalah remaja. CosmoGirl! atau saya sebut saja sebagai CG!.

Yang dicari dari ajang ini adalah seorang remaja perempuan yang dianggap mewakili karakter seorang CosmoGirl! yaitu mereka yang (konon katanya) memiliki semangat Born to Lead! hehehe, silahkan menilai sendiri apakah saya cukup layak atau tidak. Syaratnya cukup mudah, hanya mengirimkan foto dari beberapa angle berbeda dan menuliskan essai pendek mengenai impian saya dan mengapa saya layak menjadi seorang CosmoGirl! Beberapa bulan kemudian, saya dihubungi oleh pihak majalah tersebut untuk pemotretan semi finalis dan juga wawancara dengan kepala redaksi.

Wah.

Dua minggu setelah pemotretan dan wawancara itu saya kembali dihubungi. Katanya saya lolos jadi 10 Finalis.

Wah. Saya melongo.

Bukannya tidak senang dan tidak percaya diri lho, saya hanya tidak menyangka mengingat beberapa peserta lain yang saya temui saat wawancara tempo hari terlihat cantik dan cerdas. Dan lebih muda. Entah apa, tapi rasanya redaksi melihat kualitas yang saya miliki. jadilah saya finalis ajang CGOTY 2012 bersama sembilan peserta lainnya. Sebagian sudah kuliah, sebagian masih SMA, dan satu anak bahkan masih SMP dan seumur adik saya hehehe.

Pada bulan Desember saya dan finalis lainnya menjalani masa karantina selama empat hari tiga malam. Saya tidak pernah menyangka akan mengalami pengalaman karantina seperti ini. Pengalamannya tentu saja luar biasa; agenda hari pertama adalah belanja sampai gila. Produk sponsor. Gratis. Menyenangkan. Hari berikutnya workshop mengenai berebagai hal yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas diri sebagai seorang CGOTY. Secara umum menyenangkan, saya suka belajar hal baru, dan pengalaman hari ini mengajarkan saya bahwa, saya dan dunia modeling bukanlah pasangan yang serasi. Satu-satunya aktivitas yang membuat saya hampir gila. Keesokan harinya, menjalani dua sesi pemotretan untuk rubrik fashion dan profil finalis di Majalah CG! yang diakhiri dengan acara penjurian. Sedangkan hari terakhir adalah acara grand final  di Gandaria City yang dihadiri oleh orang-orang terdekat saya. BANYAK SEKALI dan sungguh mengharukan. 

Pada akhirnya saya tidak menang hehehe, bukan masalah, saya tidak terlalu berambisi. Meski terdengar klise tapi saya sungguh menikmati pengalaman yang saya dapat. Demikian pula para teman-teman baru yang saya temui :)

Cosmo Girls! of the Year 2012

Monday, 17 June 2013

Kembali

Bagaimana harus menebus "dosa" absen menulis selama berbulan-bulan yang saya lakukan? Saya bahkan tak dapat mengingat tulisan terakhir saya diposkan pada bulan apa. Setelah berbulan-bulan terbebani dengan kewajiban menyelesaikan naskah akademis, membuat waktu dan pikiran saya tersita, sangat. Tentu saja saya rindu berpikir lebih romantis, menulis lebih puitis. Apalagi ada banyak hal yang sesungguhnya ingin saya ceritakan....

Beberapa bulan ini... Luar biasa. Tidak kurang dari itu.

Saya harus mulai dari mana untuk menuturkan rasa yang ingin saya tunjukan pada seluruh dunia?

Mungkin dari sini. Dari "kembali'.

Tuesday, 5 March 2013

Things I Never Said


Saya masih ingat ketika malam itu kita berbincang di kedai bubur yang biasa. Kamu menyesap teh panas tanpa gulamu, dan saya menceritakan kisah saya dengan intonasi campur aduk. Api kemarahan yang meletup kemudian bergantian dengan desah putus asa. Ada air mata yang tertahan untuk jatuh. Bukan karena saya tak ingin menumpahkannya, tetapi karena saya terlalu frustasi untuk sekedar menangis.

Kamu mendengarkan dengan sabar, kamu bilang kamu mengerti. Kamu mencoba menganalisa cerita saya tentangnya sambil membandingkannya dengan kisahmu sendiri.

“Ada atau tidak ada dia, apa bedanya untuk kamu? Jalan Margonda akan tetap ramai,” ungkapmu asal—atau tidak. Namun cukup untuk membuat saya tertegun pada saat itu. Merasa tertampar. Memandang kosong ke seberang jalan Margonda dari tempat duduk saya di kedai bubur itu. Menyaksikan lalu lintasnya yang ramai, seperti katamu. Bahkan setelah dia melukai hati saya. Bahkan ketika saya sudah mengeluarkannya dari dalam hidup saya.

Saya menemukan kebenaran dalam ujaranmu. Beberapa bulan yang lalu.

Ketika kita masih terhubung. Ketika kamu dan saya masih duduk berhadapan di meja di kedai bubur yang biasa. Untuk sekedar menggunjingkan orang-orang yang kita kenal, atau yang hanya sekedar lewat. Atau yang lebih serius—membagi ide dan rencana hingga larut.

Ketika itu saya tidak bisa membayangkan kita berada dalam situasi seperti hari ini.

Seperti bagaimana kamu tidak lagi memandang saya dengan senyum kekanakanmu yang biasa. Seperti bagaimana kamu tidak lagi mengajak saya makan pagi atau mengantar saya pulang sampai gerbang. Seperti bagaimana kini saya dan kamu masih mengunjungi kedai bubur yang biasa tapi tak pernah lagi bersama-sama.

Ada atau tidak ada dia, apa bedanya untuk kamu? Jalan Margonda akan tetap ramai.

Yang saya tidak pernah bilang, ada luka tak tertanggungkan ketika ia tak ada. Ada sesak tak terlukiskan ketika saya tahu ia bersama orang selain saya. Ada doa yang tidak terhenti—berharap ia berubah dan kembali lagi kepada saya seperti saat ini.

Dan kamu marah untuk kebahagiaan yang saya miliki bersamanya. Kebahagiaan yang mungkin salah. Kebahagiaan yang menurut kamu gila. Kebahagiaan yang saya harap tidak berakhir.

Saya tidak berharap kamu mengerti.